Mekanisme komunikasi dan kolaborasi rujukan antarfasilitas pelayanan kesehatan dalam jejaring memiliki peranan sangat penting. Tantangan sistem rujukan antara lain permasalahan keterlambatan dan kendala komunikasi-koordinasi antara perujuk dengan fasilitas pelayanan kesehatan rujukan. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik maka  fasilitas kesehatan rujukan menjadi lebih siap menerima pasien, rujukan lebih terarah, pasien sudah distabilisasi sebelum dirujuk, serta ada kolaborasi antara perujuk dengan fasilitas rujukan.

Proses rujukan kasus kegawatdaruratan antar fasilitas kesehatan baik secara vertikal maupun horisontal dapat dikomunikasikan menggunakan Aplikasi Rujukan Sijariemas. Aplikasi ini diperuntukkan bagi petugas kesehatan yang terlibat dalam proses pengiriman maupun penerimaan pasien rujukan.

Alur proses komunikasi dan pengelolaan informasi rujukan gawat darurat memanfaatkan Aplikasi Rujukan Sijariemas dapat digambarkan dengan bagan pada gambar berikut ini.

Alur proses komunikasi dan pengelolaan informasi rujukan gawat darurat
memanfaatkan Aplikasi Rujukan Sijariemas

Fungsi/Feature Utama

  • Sarana komunikasi dan pengelolaan data rujukan gawat darurat
  • Pengelolaan data pasien gawat-darurat yang dirawat inap
  • Penyampaian informasi rujukan balik
  • Informasi ketersediaan sarana dan fasilitas di Fasyankes
  • Dashboard rujukan gawat-darurat
  • Laporan data rujukan gawat darurat

Menu Aplikasi

  • Rujukan Gawat Darurat Maternal-Neonatal
  • Rujukan Gawat Darurat Lainnya
  • Data Pasien Rawat Inap
  • Ketersediaan Sarana dan Fasilitas
  • Laporan
  • Dashboard
  • Lembaga Kesehatan
  • Tenaga kesehatan
  • Data Master
  • Administrator

Sasaran Pengguna Aplikasi Sijariemas Rujukan

  • Tenaga kesehatan di FKTP
  • Tenaga kesehatan di IGD FKTL

Manfaat Sijariemas Rujukan

  • Meningkatkan kesiapan rumah sakiat rujukan dalam menerima dan melakukan pelayanan pasien rujukan gawat darurat
  • Membangun kolaborasi dan komunikasi antara tenaga kesehatan di FKTP dengan FKTL
  • Mencegah multiple refferal dan meminimalisir kelambatan penanganan pasien